Aku kira kebiasaan menggantikan uang kembalian dengan permen hanya terjadi di a*fa*a*t jatinangor, ternyata oh ternyata..di kampung aku juga kebiasaan ini aku temui.
Beberapa waktu lalu, aku harus memfotokopi beberapa lembar kertas (harga fotokopian nya mahal banget uy, satu lembar 350 ga bolak balik loh). Eh, udah harganya mahal gitu, duit yang harusnya kembali 600 rupiah di ganti ama 6 permen bontea. Pertama kali kejadian itu aku cuek bebek sih, duitnya nyokab ini-pikirku waktu itu. Lanjut…
Celengan dora aku ga suka makan permen tau! uan
Oktober 31, 2009 · & Komentar
→ 9 CommentsKategori: Uncategorized
Ditandai: dora, uang receh
“Gantungkan cita-cita mu setinggi bintang di langit nak..”
Oktober 24, 2009 · & Komentar
Tanpa sengaja aku mendengar seorang lelaki paruh baya sedang berbicara dengan, ah sejujurnya aku kurang tahu apakah teman bicara nya itu anaknya atau keponakan nya, atau entah siapa nya, yang jelas raut wajahnya lebih muda dari lelaki paruh baya itu.
“Kamu itu harus punya mimpi, dan kemauan yang kuat untuk mewujudkan mimpi mu. Kalo mimpi aja ga berani kekmana mau menjadi orang sukses. Coba aja nanti setelah nyampe di rumah kamu tulis semua mimpi-mimpi kamu, kamu yakinkan kamu bisa mencapainya”, hanya itu kata-kata yang bisa kuingat dari pembicaraan mereka.
Dream. Sebuah kata dalam bahasa Inggris, yang dalam bahasa bangsaku, bangsa Indonesia, diterjemahkan dengan kata “mimpi”. Dan akhirnya mengalami pergeseran makna, nyaris disamakan dengan “cita-cita” atupun “keinginan”. Banyak orang beranggapan bahwa mimpi itu harus diwujudkan. Dan aku sedikit setuju dengan pria paruh baya itu, “menuliskan mimpi-mimpi kita biasanya akan membuat kita lebih termotivasi untuk mencapainya”. Tapi, tak akan melanggar hukum bila aku menuliskan mimpiku, mimpi yang hanya akan menjadi sebuah mimpi, tak kan pernah kuwujudkan, meski mungkin aku punya kesempatan untuk mewujudkannya.
Oke, here we go….
Satu. Aku pengen lancar berbahasa spanyol dan pergi ke meksiko. Jangan tanyakan kepadaku “kenapa meksiko”, dan bukan Paris seperti yang diinginkan banyak orang, karena aku ga tau jawabannya.
Kedua. Pengen ketemu dengan kepala suku Indian. Terus pengen pinjam bulu yang ada di kepala nya, aku penasaran, sebenarnya itu bulu mahluk apaan. ![]()
Ketiga. Menjadi seorang astronot. Pernah di kelas 2 SMA, teman-teman mentertawakan aku, ketika ditanya oleh guru PKL, apa cita-citaku, aku sebutkan “pengen jadi astronot”. Dan se-isi kelas mentertawai ku, termasuk aku sendiri. Menurutku waktu itu, aku juga konyol. Aku bahkan tak tau harus bertanya pada siapa “cara untuk menjadi astronot”. Zaman dulu di tempat tinggal ku tak semudah seperti sekarang ini untuk mendapatkan informasi, zaman dulu aku belum kenal om google.
Keempat. Punya kasino di Kisaran, sebuah kota kecil di muka bumi ini, yang ga punya emoll dan minim tempat hiburan. Ga terlalu minim juga sih sebenarnya. Bangunan, dengan tiga lantai. Lantai satu untuk tempat karokean, banyak orang batak di Kisaran ini yang suaranya bagus, orang melayu juga!, Sekalian digabungin ama Pub juga, tempat ajeb-ajeb. Tapi…lagunya wajib lagu daerah (ajeb-ajeb pake lagu manuk dadali, atau lagu butet, sepertinya unik). Lantai kedua, hmmm…di lantai dua ini lah aku buat kasino nya. Mesin Jackpot, meja poker, diruangan yang sama juga ada meja catur (biar terkesan sedikit cerdas). Lantai tiga, khusus “bar”, menyediakan tuak, khusus tuak!. Kok di lantai tiga sih cuy? Kalo orang minum tuak biasanya mabuk, harus turun dari lantai tiga, bukankah itu berbahaya? Bagaimana jika pelanggan jatuh dari tangga dan meninggal dunia? Nah ini bagus dunks! Sejalan dengan program KB bukan? Mengurangi kepadatan bumi. Kasar ya? Lah…sapa suruh dia minum sampai mabuk. Tapi tak kan mungkin ini kulakukan. Aku belum ingin dipecat dari keluarga Sinaga. Itu alasan pertama. Pertimbangan berikutnya, lagu wajib daerah adalah harta warisan, terlalu mahal untuk dirusak. Aku tak ingin memperbanyak jumlah istri-istri yang merasa kesepian, karena suaminya lebih betah di kasino daripada di rumah. Alasan terakhir, ah tak perlu terlalu banyak pertimbangan, bisnis ini tetap tidak akan pernah kujalankan.
Haha, ga penting yak? Ga pa pa lah, tak ada salahnya menggantungkan cita-cita setinggi bintang di langit.
Diketik di warnet hari Kamis 22 Okt 2009, tapi pas mau posting, mendadak sambungan Telkom nya putus. Terpaksa merelakan pulsa yang sudah sekarat.
→ 3 CommentsKategori: Uncategorized
Ditandai: cita-cita, impian
Haha… Aku, si pengangguran, kehilangan Job
Oktober 8, 2009 · & Komentar
Sejak turun status sosial dari mahasiswa menjadi pengangguran, akhirnya aku terpaksa mengungsi dari pemukiman yang setengah elit ke pemukiman yang seperdua belas elit. Kok seperdua belas sih? Mau tau cara ngitungnya? Gini….
Di pemukiman tempat tinggal ku yang sebelumnya, aku punya fasilitas tivi, akses internet 24 jam ga pake lemot, akses jalur kemana-mana lebih dekat (hidup ciseke!!!), akses ke kamar mandi bebas-ga pake ngantri, akses untuk cuci mata-makna konotasi maupun makna sebenarnya-bebas tanpa hambatan. Sekarang? Semuanya tinggal kenangan!
Apa? Masih bingung cara ngitungnya? Ya sudahlah jangan dipaksakan. Mungkin belum saatnya kau paham hitungan yang seperti ini. Syukuri saja apa yang ada. (Jika ada yang ingin melempari aku dengan apa saja, dipersilakan dengan hormat. Haha)
→ 12 CommentsKategori: curhat ceunah
Untuk Indonesiaku
Oktober 7, 2009 · & Komentar
Maaf….baru menghujat saja aku bisa.
→ 2 CommentsKategori: curhat ceunah
And..then.. what else???
Juli 27, 2009 · & Komentar
Setelah beberapa hari terlepas dari kesibukan tugas dan jadwal-jadwal kuliah (baca: pengangguran), pada akhirnya aku mengangguk setuju dengan hasil penelitian Dr.Patricia Boyle, neuropsikologis dari Rush Alzheimer Disease Center-Chicago (lebih lengkap baca disini). Cita-cita itu membuat hidup benar-benar hidup!
“bila kita punya tujuan hidup dan bila kita merasa hidup ini berarti atau kita punya langkah untuk mencapai target hidup, kita akan lebih kuat dalam menjalani tahapan kehidupan” (Boyle).
Perjalanan untuk mencapai target itu terasa lebih menarik. Ketika aku mencoba mengingat-ingat beberapa kejadian yang sudah aku lalui, justru disaat target yang kubuat sudah kudapat, semuanya menjadi biasa saja! tak ada petualangan! mati gaya! huffffff……
PS. buat temen-temen yang gak pengen mati gaya, pake tuh kartu 333 (heuu, just kidding), miliki SELALU cita-cita. sebelum expired date, segera perpanjang masa aktifnya! Buat temen-temen yang sedang mengejar cita-cita, and feels that “the more i try it just gets harder”, jangan berhenti berjuang kawand!!
I know it’s hard on a rainy day
You wanna shut the world out
And just be left alone
But don’t run out on your faith
‘Cause sometimes that mountain you’ve been climbing
Is just a grain of sand
And what you’ve been out there searching for forever
Is in your hands
And when you figure out
Love is all that matters after all
It sure makes everything else
Seem so small
(by Carrie underwood)
→ 5 CommentsKategori: curhat ceunah
Ditandai: Carrie underwood, cita-cita, so small
Makan daging dan bayi cowok
Juni 14, 2009 · & Komentar
Pasien: Dok, bener ga sih kalo pengen melahirkan bayi cowok katanya harus banyak-banyak makan daging ya?
Dokter: Hmmmm….logika sederhanya ya bu ya… ibu perhatiin aja anjing.
Pasiennya bingung.
→ 10 CommentsKategori: Gado-gado
Ditandai: bayi cowok, daging, melahirkan
Cerita seorang mahasiswa
Juni 12, 2009 · & Komentar
So long time….. Beberapa kegiatan telah menyita perhatian dan pikiranku.
Tulisan kali ini agak2 aneh, nyeleneh dan mungkin ga penting sih (hahahaa, padahal biasanya juga suka nulis hal-hal yang ga penting yak). Beberapa kisah di kampus yang agak-agak menggelitik telingaku. Tidak bermaksud mencibir atau apapun, cuman pengen nulis ajah sih. Lanjut
→ 2 CommentsKategori: Uncategorized
Ditandai: mahasiswa
Untuk yang kucinta..
Mei 12, 2009 · & Komentar
Kutuliskan selarik puisi duka
Tapi tanpa kata.
Hanya air mata
Kutuliskan selarik puisi duka
Karna jiwaku sedang merana
Menangisi kepergiannya. Lanjut
→ 7 CommentsKategori: Gado-gado
Ditandai: boncel
This i promise…
Mei 5, 2009 · & Komentar
Sesaat aku terdiam.
Bukan sesaat sebenarnya, Lebih panjang dari sesaat.
Lekat mataku menatapmu…
Wujud luarmu tak lagi sebagus dahulu, saat pertama kali kuserahkan dirimu padanya…
“Apa kabarmu, sayangku? Lama tak bersua. Ahh…apa yang diperbuatnya padamu?” Lanjutttt….
→ 3 CommentsKategori: Proud to be pharmacist
Ditandai: Justin timberlake
Completely
April 29, 2009 · & Komentar
The secret of life is letting go
The secret of love is letting it show
In all that i do
In all that i say
Right here in this moment
The power of prayer is in a humble cry
The power of change is in giving my life
I’m laying it down
Down at Your feet
Right here in this moment
The journey of life is a search for truth
This journey of faith is following You
Every step of the way
Through the joy and the pain
Right here in this moment
Right here, right now, and for the rest of my life
Hear me say
Take my heart
Take my soul
I surrender everything to your control
And let all this is within me lift up to You
and say
I am Yours and Yours alone.. completely…
-Dari catatan Ana Laura-
→ 10 CommentsKategori: Dari catatan si---
Ditandai: completely


