Saat Ragu Bersanding Dengan Galau

Maap pak bos, saya korupsi waktu, saya tau ini jam kerja, sebentar saja…

Silakan pak bos marah, tapi tahan dulu marahnya, selesai saya mengetik sedikit uneg2 dikepala ya..

satu kali satu itu masih satu kan? presiden kita masih pak SBY kan?  matahari masih terbit di timur kan? dan terbenam di barat? iya kan? pengen es krim. pengen ke gunung. pengen ke pantai. pengen teriak sepuas-puasnya. Rasa-rasanya memang Tuhan meng-sengaja-kan saya untuk sendiri saja di rumah beberapa minggu ini, [natal sendiri-thypus-ujian-tahun baru sendiri-harus menerima kabar  tentang ketidakpastian],  punya banyak waktu untuk merenung-renungkan beberapa bagian, menyadarkan saya “I am nothing without God”. dan kabar baiknya, when i see my past, “HE never ever leave me alone”. tapi tetep saja saya tak bisa menyangkal bahwa otak manusiawi saya menyimpan  ragu dan galau. “please jangan pernah tinggalkan saya, Han. saya takut mendengar selentingan miring mereka.”
and the last part yang ingin saya ketik, rindunitis ini rasanya makin kronis saja, perjuangan untuk menahan diri semakin berat pula. padahal sengaja tak pernah lagi saya menoleh pada bintang merah, sengaja saya mendoktrinasi otak ini bahwa bintang itu berkilau putih, tak ada yang merah!

sudah pak bos…silakan marah

silakan mengomel

saya sudah selesai mengetik

dan sekarang saya pengen ngupil (sambil melanjutkan tugas yang tertunda

Doraemon, pinjem kantong ajaibnya dunks…

Dearest you,

Rishela hagel dan alino tonk tonk..

It’s been over one years since for the last i saw both of you…

And this day i  wanna say (again)  thank you so much  (much more than i can say), untuk kesediaan mu mentoleransi setiap ke-gila-an dan ke-aneh-an ku di masa lalu…

Terimakasih buat setiap kecerewetan kalian untuk nyuruh aku mandi, ngingetin aku makan, ngingetin aku supaya ga ngupil di tempat umum–dari hal yang serius sampe hal-hal yang sepele. Thanks utuk setiap perhatian kalian.

Ririsshhh….even sering kali keras kepala kita berbenturan, ego kita yang kita bangga-banggakan, ideku dan idemu tak sama dan langkah kita sering tak seirama, tapi tangan kita tetap bergandengan.  selalu ada ruang untuk kata MAAF. Right?? Selalu ada kesempatan kedua, ketiga..

Guyss…If you were here now, aku tau kemana aku akan menyembunyikan diri..

miss you banyak-banyak

Sumpah! Gw ga bohong! Lu aja yang Bego!

Ibu 1:

Katanya suami kamu kerjanya di lahan basah. tapi setiap kali ditagihin hutang bilangnya ga punya duit mulu!!

Ibu 2:

Yah, sekarang kan lagi musim kemarau. Sawah saya gagal panen!

?!?!?!?!?!?!?!?!??!?!!!!!¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

The Unspoken


TERBELENGGU

Pembicaraan Sepanjang Dua Batang Rokok

‘waahh, tampangnya kayak enggak disetrika aja. nyobain ge nong*’, kata bang udin sambil menyodorkan kotak u-mild.

Enggak pake basa-basi lagi, yang ditawari langsung ngeluarin sebatang dari kotak putih itu.

‘sehari abis berapa bungkus bang?’

‘enggak pake bungkus-bungkusan. ini juga sisa kemarin. besok kamu gawe lagi?’

Yang ditanya cuman menggelengkan kepala. Ga peduli, entah bang udin ngeliat atau enggak. Kerutan dijidatnya seolah-olah menyatakan dia sedang memikirkan sesuatu. Tapi hanya seolah-olah.

‘oh iya ya, besok kan minggu yak. kamu kan ke gereja. Kesian amat kamu itu, ketemu Tuhan nya cuman sekali seminggu’.

Biasanya, si meri yang agak suka asal njeplak itu langsung mengemukakan isi otaknya saat tidak sepaham dengan sesuatu. Tapi kali ini dia tampak tak peduli, mencoba mencari tau kebenaran kata-kata ‘ngerokok itu bisa ngilangin suntuk’.

‘diagama kamu ngerokok dosa enggak sih?’

‘hagh… perasaan rasanya biasa aja bang. manis, pahit, agak gatel yak dilidah. kok orang-orang bisa suka sih?’. Gyaah, jaka sembung bawa golok. Ora nyambung blas!

‘kurang enak sih emang. yang enak tuh (aduh, lupa entah apalah itu namanya. yang jelas kotaknya warna putih juga). Harganya lebih mahal mer, kalo yang ini mah memang murahan. Sini duitnya, saya beliin’. Kampret! Ternyata teori harga sebanding dengan kualitas tidak hanya berlaku waktu cewek-cewek nawar harga sepatu. Rela ga rela, keluar juga selembar dua puluh ribu dari sakunya.

‘eh, saya beliin, entar kamu buatin saya kopi ya’. Bener-bener penjajahan –di dunia yang katanya normal ini, selazimnya pegawai minta tolong OB untuk ngebuatin kopi. Bukan sebaliknya. Iya bukan?-  Entah kesambet hantu bego dari mana si meri, diturutinya juga kata-kata bang Udin.

*setelah bang Udin kembali dengan membawa sesuatu yang kata mereka bisa bikin kecanduan*

“nihhh cobain, pasti rasanya beda”

“bang, kalo lu ngeliat pacar lu ngerokok gimana?”

“wahh, ya saya marahin lah mer. cewek kok ngerokok, kan dilihatnya enggak bagus. lagian diagama juga kan diharamkan”. Dalam hati si Meri, -gubraaggkkk…bang udin.. gw ini dianggap apa? bukan cewek  tah? Terus elu?? Memangnya fatwa haram nya hanya untuk cewek aja?!-

“diagama kamu ngerokok dilarang enggak sih mer?”

“Ga tau ahhh bang..!! gelaaapp….”

Iya gelap! Mungkin ketutup asap rokok. Si Meri berusaha lupa bahwa keberadaan sebuah ciptaan adalah untuk membuat senang penciptanya. Bahwa manusia disebut sebagai mahluk ciptaan yang paling mulia diantara mahluk ciptaan lainnya, dan bahwa tindakan yang dilakukannya sekarang justru merusak tubuh, maha karya Sang Pencipta!!!!.

Iya gelap! Siang itu listrik padam. Enggak bisa nyalain AC, dan ruangan kerja kami tak berjendela. Panas matahari diluar sana terkalahkan oleh panas rokok yang ada ditangan si Meri. *Lebay?? Iya kalimat-kalimat saya terlalu lebay. Ketawa aja, enggak dilarang kok*. Si Meri sedang berusaha membakar kesadaran bahwa Allah itu JEHOVAH SHAMMAH -Maha Hadir.  Tidak terkurung dalam bangunan yang disebut gereja-, bahwa Dia adalah EL ROI -Tuhan Yang Melihat. Termasuk ketika si Meri mencoba sembunyi dalam ruangan pengap itu-, bahwa Dia adalah “Hayah Asher Hayah” (AKU ADALAH AKU), Dia tetap Tuhan, bahkan ketika si Meri atau bang Udin atau salah satu dari kalian berhenti menganggapNya sebagai Tuhan.

**********************************  

(Mungkin) harus sambil nge-teh.

Istri:  ‘bang, perhatiin deh tetangga kita’

Suami: ‘kenapa?’

Istri: ‘asyik kali mereka itu. beruntung kali istrinya. setiap pagi suaminya pergi kerja, suaminya itu selalu mengecup kening istrinya’

Suami: (ga berkomentar. tetep asyik nonton tivi)

Istri: ‘pas pulang kerja, suaminya sering ngebawain bunga mawar merah buat istrinya’

Suami: (masih tetep asyik nonton tivi)

Istri: ‘iih..abang ini, ngedengerin aku enggak sih’

Suami: ‘iya kudengerin kok. aku pun pengen nya kayak gitu…’

…diem sesaat…

Suami: (sambil menatap sang istri) ‘tapi..kami kan belum kenalan..’

Istri: ?@!?!@ *plak!*

-nguping dari Pdt. Herman B, M.Th-

Maen Teletubies-Teletubiesan

Tingki winky…

Dipzsiiii..

Lalaaa..

Poooo…

BERPELUKKAAANNN……

 

Pagi-pagi buka blog, eh ternyata mba yang suka BERCELOTEH di sini, ngasih saya hadiah dan ngajakin saya berpelukan. Saya jadi terharu…(dan pengen dipeluk lagi).

Ini hadiahnya…

 

Ditambah bonus PR.. *haghaghag*..

Yang mana daripada itu PR nya tidak lain adalah yakni  menuliskan delapan hal tentang diriku sendiri.  Ehmm…agak sulit, but let me try..

satu. kata orang-orang kesan pertama ngeliat tampang aku, aku itu galak. yap. aku juga meng-iyakan kata-kata orang2 itu. Suatu hari malah pernah, ada ibu-ibu datang ke aku, terus bilang gini, “mba…kata orang-orang tampang kamu galak loh”. Sambil cengengesan langsung aja aku jawab “emang galak bu.. kadang-kadang malah suka makan orang”. Percaya ato enggak percaya….Ayuklah kita kenalann…….

dua. Pencinta senja, langit dan matahari. Its all makes me proud of God. How amazing it can be!!!  Bisa bertahan berjam-jam di atas genteng sendirian, hanya untuk melihat-lihat bintang di langit. Tapi ga rela kalo harus berjemur dipanas matahari siang.

tiga. Tomboy. Suka selengek-an dan enggak mau terlalu ribet dengan penampilan. Paling demen pake kaos oblong, celana pendek, sendal jepit plus ransel. Enggak terlalu suka pake sepatu. Andai ke kantor boleh pake sendal jepit, mungkin aku akan milih pake sendal jepit saja.

empat. suneh alias suka aneh (tapi aku lebih suka kalau disebut unik. hahaha). i can’t describe it. mungkin foto berikut ini bisa mewakili..

The Red Selimut Princes

 

lima. [apalagi yakkk...]. Oh iya..lebih bisa mengungkapkan sesuatu lewat tulisan daripada ngomong langsung. penyakit sering lupa  pula yang membuat aku agak gemar mencoret-coret kertas-membuat catatan disana sini.

enam. saat ini  enggak punya  pacar. yang mau ngedaptar, silakan mengisi formulir pendaftaran. *syarat dan ketentuan berlaku* :P

tujuh. Suka makan, tapi ga pinter masak. Suka puisi, suka dunia jurnalistik, tapi ga pinter nulis puisi, cerpen, prosa atau kawan-kawannya itu lah. Suka musik, tapi kalo disuruh nyanyi suaranya fals :p. Suka lukisan, tapi enggak pinter ngelukis.

delapan. Males mandi.

 

PR berikutnya adalah.. ngelanjutin serah terima awardnya  ke…

Si Bang Sony yang mengaku sebagai brothernya Curt Cobain.

Si Amorinme, yang hobby ngoleksi blog. Semoga blog yang sekarang bisa bertahan lama. Hahahaaa….

Aji Wijaya. Yang ngaku sebagai laki-laki kaku.  Tapi aku enggak yakin kalo dia it laki-laki kaku. Aku suka baca blog nya. Suka ama gaya nulisnya.

Mas Stein. Yang rokoknya sering dijarah ama kang Noyo..

Kang Asop, si mahasiswa tingkat akhir yang sedang berjuang lulus dari kampus ITB.

Mba Ndaru dan Mas Trianto Bagus. Karna saya penasaran dengan yang empunya blog.

Pencinta Orange Float, yang rajin up date postingan. Love your blog buddy..

 

 

Naahhh…selesai sudah tugasku.

Buat delapan teman blogger yang aku sebutkan diatas……selamat mengerjakan PR… Haha..

Inget yahhh..

1. Share 8 things about your self

2. Fordward this award  to 8 others bloggers

3. Contact those blogger and tell them about their awards.

Satu Yohanes Tiga Ayat Delapan Belas

Pernah kudengar satu cerita. Tentang seorang anak manusia. Kedinginan. Kurus. Dan aku yakin, ada ‘keruwetan-keruwetan’ yang sedang berseliweran dikepala dan hatinya. Entah dia adalah korban dari kejam nya zaman, atau entah dia adalah korban dari takdir, atau entah dia begitu karna manusia itu sendiri yang memilih untuk menjadi seperti itu, aku enggak tau..

Hari itu hari minggu. Langkah kaki membawa manusia itu ke gereja, memberanikan diri menghampiri seorang bapa gereja -entah apa sebutannya, penatua, pendeta, pastur-, yang manusia itu tahu, bapa gereja itu lah yang sering berdiri di mimbar sana.

‘bapa..saya sangat butuh pertolongan…’

Karena sibuknya mempersiapkan keperluan ibadah pagi itu, akhirnya sang bapa gereja berjanji akan mendoakan manusia itu.

(Mungkin) dalam keputus asaan, manusia itu menuangkan perasaan nya lewat puisi.

Saya kelaparan, dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya..

Saya terpenjara, dan Anda menyelinap ke kapel untuk berdoa bagi kebebasan saya.

Saya telanjang.. Dan Anda dalam hati mempertanyakan kelayakan penampilan saya.

Saya sakit.. Dan Anda berlutut menaikkan syukur kepada Allah atas kesehatan Anda.

Saya tidak punya tempat berteduh, dan Anda berkotbah tentang Allah sebagai tempat perteduhan abadi.

Saya kesepian, dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa.

Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah.
Tetapi saya, tetap amat lapar, kesepian dan kedinginan..

Manusia itu bisa jadi aku, bisa jadi kamu. Bapa gereja itu, mungkin aku, mungkin juga kamu.
Kamu dan aku, bisa menilai siapa yang salah apa yang salah, sehingga kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.

 

Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.