Weekly Photo Challenge: Thankful
Based on Weekly Photo Challenges: Thanful
Dear Lord…
thank You for a life
thank You for family.
thank You for the sadness and the happyness.
thank You for the job, even it makes me tired enough.
thank You for everything, that You’ve done.
You’re good.. You’re good and always Good, oh my dear God. Read more…
Belajar motret bunga
Weekly Photo Challenge: Hands
Hands. This is the weekly photo challenge theme. I check out my archive photos and found some pictures related with that topic.
Here we go…
The first picture was taken when i was didnt know what must to do. I was lying in the bed at that night, can’t sleep, doing nothing, thinking nothing just saw the lamp at the roof oy my bed room. Then.. well..iseng jeprat-jeprat of my own hand (haha, i dont know how to say it in english, cant you help me dudes??)
Nyerah..
Bahasa Indonesia aja lah *LOL
Gambar berikut ini objek nya juga tangan saya sendiri. Fokus utamanya sebenarnya bukan tangan saya. Cahaya itu, matahari yang baru muncul dari balik gunung Geulis. Entah mengapa saya sangat menyukai matahari pagi. Benda besar itu seakan punya daya tarik tersendiri yang membuat saya enggak pernah bisa berhenti mengaguminya.

Membingkai matahari
Related articles
- Weekly Photo Challenge: Hands (smkelly8.wordpress.com)
- Weekly Photo Challenge: Hands (aditimitra.wordpress.com)
- Weekly Photo Challenge: Hands (theinspiredpacker.wordpress.com)
- Weekly Photo Challenge: Hands (mothergrogan.wordpress.com)
- Weekly Photo Challenge: Hands (lynneayersbeyondthebrush.wordpress.com)
- Weekly Photo Challenge – Hands (createabeautifullife.com)
- Weekly Photo Challenge: Hands (theblacktwig.wordpress.com)
- Weekly Photo Challenge: Hands (jinancitydailyphoto.wordpress.com)
- Weekly Photo Challenge: Hands (ysalma.wordpress.com.wordpress.com)
- Weekly Photo Challenge: Hands (dailypost.wordpress.com)
Hero is …
Weekly Photo Challenge: Unfocus
Weekly Photo Challenge kali ini benar-benar gampang buat saya, mengingat kemampuan photographi saya yang sejajar dengan tingkat amatiran dan kondisi kamera yang biasa saya manfaatkan hanya kamera henpon sony ericson K800 (saya yakin enggak bakalan ditemukan lagi dijual di pasaran). Unfocused. Banyak sekali hasil jepretan saya yang unfocused, ternyata sekarang bisa ditampilkan.Silakan menikmati dan berkomentar saudara-saudara.
Foto dibawah ini, tercipta sewaktu saya dan teman-teman sedang menikmati kuliner di daerah Dago Pakar, Bandung. awalnya berniat untuk mengabadikan bagaimana kota bandung malam hari, jika dilihat dari tempat yang lebih tinggi. Kerlap-kerlip lampu di kota. Hasilnya ternyata nge-blur saudara-saudatra.
Foto yang terakhir ini, adalah foto Danau Toba, dari pinggiran kota Tigaras. Jika ke Sumatera Utara, sempatkanlah ke Danau Toba. Walau beberapa tempat memang sudah mulai terkotori, tapi pasti masih ada beberapa tempat menyejukkan di sana.
Weekly Photo Challenge: Together
ASKES, Service Excellence Jangan Sekedar Jargon!!
Sedikit kekecewaan pada perusahaan asuransi kesehatan khusus PNS ini, telah memberikan manifestasi berbeda pada saya, memunculkan keingintahuan “seperti apa komentar para blogger terhadap layanan ASKES”. Dari googling akhirnya saya menemukan beberapa curhatan teman-teman blogger, ada yang berupa pujian, ada juga makian.
Dibesarkan dari gaji PNS, membuat saya tidak asing dengan ASKES. Beberapa pengakuan yang saya dengar langsung dari penggunanya, zaman dulu layanan ASKES jauh dari kata baik. Sangat berbeda dengan sekarang. Informasi yang saya tahu pasti bahwa saat ini ASKES sudah meng-cover beberapa operasi-operasi mahal seperti operasi jantung dan saraf yang biayanya seampun ampun mahalnya, tindakan kemoterapi termasuk beberapa obat kanker yang harganya puluhan juta (satu kali kemo), sampai dengan tindakan hemodialisa (fyi, tarif di rumah sakit pemerintah daerah untuk sekali hemodialisa itu minimal 500 ribu, bayangkan jika harus cuci darah dua kali seminggu).
Citra buruk memang susah untuk dihapus. Sudah dari sono nya bahwa berurusan dengan birokrasi itu riibbeeeuutt dan bertele-tele, itu kata mereka (dan kata saya juga, kadang). Sebaik apapun ASKES berbenah diri, pastilah butuh waktu untuk memperbaiki citra yang sudah ada. Kalo kata opung B Saut Parulian Simanjuntak, selain service excelence dibutuhkan juga WORD of MOUTH MARKETING. Mungkin karena itu ASKES memilih jargon “ada ASKES, tenang” (for me, it’s rather sounds like, “ada ASKES, tegang”) untuk iklannya di tivi. Atau jargon lainnya, “melayani pelanggan melampaui harapan”. Tidak hanya memenuhi apa yang diharapkan oleh pesertanya , tapi berusaha memberikan lebih, “kembalian nya ambil aja, neng” “kembalian? Maap pak, duit yang Bapak bayarkan masih kurang seribu lagi”. Absurb. Tapi tetap saya angkat jempol buat PT.ASKES yang berani menggantungkan cita-cita setinggi bintang dilangit. Tercapai atau tidak, kumaha engke wae lah kata si Sule. Bukankah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik harus dimulai dari menetapkan standar yang lebih tinggi. Yah, whatever lah!













