Skip to content

Pembicaraan Sepanjang Dua Batang Rokok

Februari 26, 2011

‘waahh, tampangnya kayak enggak disetrika aja. nyobain ge nong*’, kata bang udin sambil menyodorkan kotak u-mild.

Enggak pake basa-basi lagi, yang ditawari langsung ngeluarin sebatang dari kotak putih itu.

‘sehari abis berapa bungkus bang?’

‘enggak pake bungkus-bungkusan. ini juga sisa kemarin. besok kamu gawe lagi?’

Yang ditanya cuman menggelengkan kepala. Ga peduli, entah bang udin ngeliat atau enggak. Kerutan dijidatnya seolah-olah menyatakan dia sedang memikirkan sesuatu. Tapi hanya seolah-olah.

‘oh iya ya, besok kan minggu yak. kamu kan ke gereja. Kesian amat kamu itu, ketemu Tuhan nya cuman sekali seminggu’.

Biasanya, si meri yang agak suka asal njeplak itu langsung mengemukakan isi otaknya saat tidak sepaham dengan sesuatu. Tapi kali ini dia tampak tak peduli, mencoba mencari tau kebenaran kata-kata ‘ngerokok itu bisa ngilangin suntuk’.

‘diagama kamu ngerokok dosa enggak sih?’

‘hagh… perasaan rasanya biasa aja bang. manis, pahit, agak gatel yak dilidah. kok orang-orang bisa suka sih?’. Gyaah, jaka sembung bawa golok. Ora nyambung blas!

‘kurang enak sih emang. yang enak tuh (aduh, lupa entah apalah itu namanya. yang jelas kotaknya warna putih juga). Harganya lebih mahal mer, kalo yang ini mah memang murahan. Sini duitnya, saya beliin’. Kampret! Ternyata teori harga sebanding dengan kualitas tidak hanya berlaku waktu cewek-cewek nawar harga sepatu. Rela ga rela, keluar juga selembar dua puluh ribu dari sakunya.

‘eh, saya beliin, entar kamu buatin saya kopi ya’. Bener-bener penjajahan –di dunia yang katanya normal ini, selazimnya pegawai minta tolong OB untuk ngebuatin kopi. Bukan sebaliknya. Iya bukan?-  Entah kesambet hantu bego dari mana si meri, diturutinya juga kata-kata bang Udin.

*setelah bang Udin kembali dengan membawa sesuatu yang kata mereka bisa bikin kecanduan*

“nihhh cobain, pasti rasanya beda”

“bang, kalo lu ngeliat pacar lu ngerokok gimana?”

“wahh, ya saya marahin lah mer. cewek kok ngerokok, kan dilihatnya enggak bagus. lagian diagama juga kan diharamkan”. Dalam hati si Meri, -gubraaggkkk…bang udin.. gw ini dianggap apa? bukan cewek  tah? Terus elu?? Memangnya fatwa haram nya hanya untuk cewek aja?!-

“diagama kamu ngerokok dilarang enggak sih mer?”

“Ga tau ahhh bang..!! gelaaapp….”

Iya gelap! Mungkin ketutup asap rokok. Si Meri berusaha lupa bahwa keberadaan sebuah ciptaan adalah untuk membuat senang penciptanya. Bahwa manusia disebut sebagai mahluk ciptaan yang paling mulia diantara mahluk ciptaan lainnya, dan bahwa tindakan yang dilakukannya sekarang justru merusak tubuh, maha karya Sang Pencipta!!!!.

Iya gelap! Siang itu listrik padam. Enggak bisa nyalain AC, dan ruangan kerja kami tak berjendela. Panas matahari diluar sana terkalahkan oleh panas rokok yang ada ditangan si Meri. *Lebay?? Iya kalimat-kalimat saya terlalu lebay. Ketawa aja, enggak dilarang kok*. Si Meri sedang berusaha membakar kesadaran bahwa Allah itu JEHOVAH SHAMMAH -Maha Hadir.  Tidak terkurung dalam bangunan yang disebut gereja-, bahwa Dia adalah EL ROI -Tuhan Yang Melihat. Termasuk ketika si Meri mencoba sembunyi dalam ruangan pengap itu-, bahwa Dia adalah “Hayah Asher Hayah” (AKU ADALAH AKU), Dia tetap Tuhan, bahkan ketika si Meri atau bang Udin atau salah satu dari kalian berhenti menganggapNya sebagai Tuhan.

**********************************  

5 Komentar leave one →
  1. Februari 27, 2011 12:50

    jadi penasaran sama rokok mahal yg bisa bikin ketagihan itu😛

  2. Februari 27, 2011 14:50

    Iya, merokok itu tidak dilarang … ayatnya ada di Pom Bensin🙂
    Juga merusak mata … mata pencaharian!🙂

  3. Maret 2, 2011 10:16

    roko juga bikin KANGKER juga GAN….Kantong Kering…

  4. Maret 6, 2011 11:52

    Wah ceritanya keren banget. Baru tau kalo rokok itu rasanya beda-beda. Aku kira sama aja.😀

  5. Maret 19, 2011 16:00

    komentar yaaa (ya iyalah ini kan tempatnya)
    gaya ceritanya bagus di awal, tapi di paragraf akhir jadi terlalu penuh.
    (ihh… sok mengkritisi deh)
    jadi tukeran link, non?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: