Skip to content

Surat Terbuka untuk Meri Anak Pak Nogo

Juni 6, 2010

Dear Meri..

Aku tau kau sedang jenuh, tapi kuharap kamu tidak lupa bahwa satu kali satu adalah satu, sinus 45 derajat adalah setengah akar dua, bahwa presiden kita masih bapak SBY, dan matahari masih terbit di sebelah timur!!
Aku tau kau sedang jenuh, tapi kuharap kau tidak lupa statusmu sebagai manusia.
Tercipta dengan akal dan nurani.

Kawanku, ingatkan dirimu untuk tidak manja!
Kehidupan ini memang keras, tapi Allah itu baik.
Allah itu..baik!
Allah itu baik! Dan selalu baik.

Kawanku, jangan pernah cengeng!
Menangis itu manusiawi, makanya aku tak pernah melarangmu menangis.
Air mata itu, bukan hanya tentang duka cita, saat bahagia pun orang menangis.
Menangislah jika memang kamu punya alasan untuk menangis.
Kehidupan ini terkadang memang kejam, dan Allah itu setia!

Kawanku, jangan pernah lupa, bahwa hidup hanya sebatas garis pendek saja.
Seperti yang tertulis di nisan.
Allah adalah Allah.
Segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia.
Bagi Dia lah kemuliaan sampai selama-lama nya!

Kawanku..
Dengan tanganku sendiri aku menuliskan ini.

Salam dariku..
Selamat melanjutkan perjalanan.

-harikuhariini-

14 Komentar leave one →
  1. Eston Hasian permalink
    Juni 6, 2010 6:59

    Terimakasih

  2. Juni 6, 2010 7:20

    Kembali kasih (ga pake sayang)

  3. Juni 6, 2010 7:34

    Iyya…. manusia adalah tetap manusia… makhluk yang lemah tiada berdaya di hadapan Allah.

  4. Juni 6, 2010 7:37

    bener banget. Manusia tetep aja manusia. oya, apa temennya baca ini?

  5. Juni 6, 2010 14:04

    @masdin: heu ee.. dan biarlah kelemahan qt membuat qt semakin bergantung pada Allah.

    @greengrinn: dengan amat sangat yakin saya berani bilang bahwa si Meri sudah mbaca tulisan ini.

  6. Juni 6, 2010 19:21

    kasih amplop neng biar tambah bagus..
    *gimana caranya?

  7. Juni 6, 2010 20:11

    trims untuk pencerahannya dan mengingatkan kembali kalo hidup ini cuma sebentar dan dunia bukanlah tujuan sebenarnya.

  8. Juni 7, 2010 13:32

    lugas dan bermakna…

    bagus sekali suratnya,,, hmmmm

    YOSH memang benar seperti itu adanya..

  9. Juni 7, 2010 17:09

    “bahwa hidup hanya sebatas garis pendek saja. Seperti yang tertulis di nisan” iya benar juga ya hidup terlalu singkat

  10. Juni 8, 2010 16:33

    Nice poem, and also nice quote

    kehidupan ini memang terkadang kejam, dan Allah itu setia,, !!

    love this quote, Allah memang selalu setia ^_^

  11. Juni 11, 2010 17:29

    tulisan yang baguss…🙂

  12. Juni 20, 2010 20:01

    saya setuju bahwa tuhan itu baik,
    walopun terkadang kita ga ngerasa di baik-in😦

    salam buad merinya dooong😀
    *ga nyambung tralala*

  13. Juni 20, 2010 20:01

    saya setuju bahwa tuhan itu baik,
    walopun terkadang kita ga ngerasa di baik-in😦

    kenalin sama merinya dooong😀
    *ga nyambung tralala*

  14. ruth permalink
    Juni 21, 2010 16:47

    Kak,,setuju…:)
    kadang hidup itu terlihat kejam dan bahkan tak adil,,
    tapi ALLAH itu baik,,selalu baik dan selamanya baik…

    Semangat buat kita Kak..

    Tuhan saja yang tolong dan menguatkan…

    miss u sist🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: