Skip to content

Mencari pembenaran: “kenapa tulisan dokter sulit dibaca?”

Mei 9, 2010

“Cicak..cicak…dingding-ding, diam-diam merayap”.

Sudah empat hari ini kuperhatikan ada seekor cicak yang muter-muter melulu di dinding kamarku. Mungkinkah dia terjebak dan tak menemukan jalan keluar? Jah, kenapa jadi mikirin cicak yak. Yang akan kutuliskan ini tak ada hubungan nya dengan cicak. Ini tentang pikiranku, yang terjebak pada satu pertanyaan klise. Pikiranku, berputar-putar mencari kebenaran dari pembenaran!

Mengapa tulisan dokter pada umumnya sulit dibaca?
Mungkin karena beliau sedang terburu-buru, banyak pasien yang harus dilayani. Sudah seharusnya dokter bertindak gesit dan cekatan.
Iya sih, tapi..apakah dokter itu selalu terburu-buru??? Sehingga tulisan nya SELALU sulit untuk dibaca!

Hanya Tuhan, Dokter Ybs dan Apoteker Yg Beriman Yg Bisa Membaca Resep Ini.
Sumber foto: Koleksi Pak Bonar Christian S, Apt

Jika memang demikian, kenapa pada saat jam kunjungan pasien relatif sepi, tulisan si dokter anu, dokter anu yang lain, dan dokter anu yang lain lagi tetap sulit juga untuk dibaca?

Mengapa tulisan dokter pada umumnya sulit untuk dibaca??
Mungkin terlalu banyak pasien yang dilayani, banyak resep yang harus dituliskan, sehingga tangan nya lelah menulis. Alhasil, tulisan nya pun sulit dibaca.
Ah tapi kuperhatikan, dokter anu (dan beberapa dokter anu yang lain lagi) yang jam prakteknya pagi hari, resep pertama yang dituliskan nya juga sulit terbaca oleh orang awam.

Kenapa tulisan dokter pada umumnya sulit dibaca?
Katanya, kalo tulisan dokter bagus, pasien dengan mudah dapat membaca resep dan tau obat apa yang harus ditebusnya di apotek. Jadi dokter memang sengaja menuliskan simbol/kode supaya yang ngerti hanya dokter dan pihak apotek. Nah, kalo pasien tau obatnya trus kenapa? Bukankah pasien memang berhak tahu kondisi kesehatannya!
Ya takutnya, kalo pasien sakit lagi, mereka ga bakalan datang ke dokter, langsung beli obatnya aja. Benarkah begitu?? Buat kamu yang punya pemikiran seperti yang saya sebutkan barusan, segera bertobat teman!! Toh, ketika pasien mendapatkan obatnya dari apotik, mereka bisa membaca nama obat yang tertera dikemasan. Atau pasien bisa minta salinan resep langsung di apotek, jika salinan resepnya tetap tidak terbaca, kita bisa bertanya langsung pada pihak apotek bukan? Nah kalau pihak apoteknya mengatakan tidak tahu (atau pura-pura tidak tahu), ya cari saja apotek lain! Saya pikir, masyarakat juga punya hak dan tanggung jawab sebagai pengawas dalam pelayanan kesehatan, masyarakat harus lebih peduli terhadap kesehatannya sendiri!

Mengenai simbol/kode (misalny a.c, p.c, s3dd1 tab ), dalam penulisan resep, itu adalah singkatan dalam bahasa latin, dan tujuan penggunaannya bukan untuk merahasiakan “sesuatu” tetapi untuk mempermudah dan mempersingkat penulisan (misal, ac=ante coenam yang artinya sebelum makan, pc=post coenam yang artinya setelah makan). Dalam lembar resep beberapa keterangan yang kita temukan memang berupa singkatan, singkatan dan kode itu biasanya berupa aturan penggunaan obat, dan keterangan tersebut akan dituliskan lagi oleh pihak apotek dengan menggunakan bahasa awam pada etiket obat.

FYI, beberapa penyakit punya gejala yang sama. Jadi sebaiknya, konsultasikanlah kesehatan Anda dengan tenaga medis yang tepat (kalau sakitnya di gigi, ya jangan pergi ke dokter kulit, kecuali pada saat sakit gigi, kamu juga punya masalah dengan kulit kamu!). Walaupun gejala penyakitnya terlihat sama, tapi obat yang cespleng ketika si A demam, belum tentu memberikan efek cespleng juga ketika si B demam dan mengkonsumsi obat yang sama.

Mengapa tulisan dokter di lembar resep itu jelek alias cakar ayam??

Mungkin memang dari sononya tulisan dokter itu jelek. Karena pada saat kuliah terlalu sering menulis laporan, kemudian setelah jadi dokter terlalu sering diburu waktu jadi terbiasa tulisannya jelek dilembar Resep.

Lahhh, kalau memang begindang kenapa pas nulis dilembar lain yang identik dengan huruf “R” juga (baca:lembar kuitansi) tulisannya mendadak bisa bagus.

Hoooaaaaammm….

Ngantuk dan lapar aku.

Ga tau aaahhh!! Setopย  sampai disini saja, aku nyerah, aku ga menemukan satu pembenaran pun yang layak dijadikan dasar bahwa tulisan dokter yang cakar ayam adalah hal yang lumrah.

Cicak..cicak dingdingding…diam-diam merayap, datang seekor nyamuk.. Haaaappp!!! lalu kumakan… upppzzz

18 Komentar leave one →
  1. Mei 9, 2010 16:42

    huahahaha…. capek dah๐Ÿ™‚

    padahal aku dah niat pengen cari tau alasan si dokter, eh ternyata si ibu apoteker ini juga kagak tau.

    sepertinya kau harus bertobat juga hehheheh….๐Ÿ™‚

    Selamat hari minggu mer

    Harikuhariini alias si.meri says:
    Slamet hari minggu jg bang.. Sama2 ga tau ternyata qt, marilah qt tanya pd rumput yg bergoyang.

  2. Mei 9, 2010 17:27

    Itu pemeo zaman dulu..dokter sekarang tulisannya banyak yang bagus..justru saya belum menemukan dokter yang tulisannya tak terbaca (dari dokter yang selama ini saya kunjungi).
    Dan dokter sekarang mau diajak diskusi, menjelaskan penyakit kita, serta langkah apa yang disarankan untuk mengatasi penyakit tsb.

    Harikuhariini says:
    Wah, iya to buk, baguslah kalau begitu. Hehe, postingan ini sbnarnya muncul justru karna saya masih menemukan dokter yg tulisan nya ‘terlalu bagus’ (beberapa hari berkutat dgn resume medis, cat laporan operasi dan lembar2 resep..dan terus terang, saya agak kesulitan membaca tulisan tangan yg tertera dilembar2 tsb). Yah, mudah2an hanya beberapa dokter ditempat saya bekerja saja yg tulisan nya agak sulit dibaca.

  3. Mei 9, 2010 19:46

    kalo nulis resep sengaja pakai sandi biar resepnya ngak bisa dicopy orang lain. kuliahnya sudah ngeluarin biaya besar jadi ilmunya sangat berharga.

    Harikuhariini says:
    Kalo nemu resep yg kayak gitu, minta penjelasan aja langsung k dokter ato pihak apotek mba.. Ada undang2 nya, pasien berhak dpt info yg bener.

  4. Mei 10, 2010 5:49

    hahaha iya kayaknya emang dari sononya aja dokternya kebetulan tulisannya jelek. soalnya gua punya kenalan dokter yang tulisannya bagus kok.๐Ÿ˜€ dan belakangan banyak dokter2 yang high tech yang nulis resepnya diketik di laptop trus diprint kan… jadi bukan karena pasiennya gak boleh tau nama obatnya..๐Ÿ˜€

    Harikuhariini says:
    Lebih setuju kalo resep nya diketik trus di print. Lebih jelas.

  5. Mei 10, 2010 6:58

    karena kalo tulisannya bagus nanti bukan disuruh jadi dokter tapi jadi sekretaris..*halah mak sekeretaris juga nge-steno yang gak jelas gituh…*

    salaman yuk jeung…

    Harikuhariini says:
    Hehe, iya juga yak.. Punya ciri khas nya masing2 yak.
    Salam kenal mba..

  6. Mei 10, 2010 9:15

    Memang udah seharusnya tulisan dokter itu jelek.๐Ÿ˜€
    Lagi pula orang awam mana yang mau membaca nama obatnya? ^__^

    Harikuhariini says:
    Wah, ini nih contoh yg tdk patut diikuti dan layak untk di berantas.. Haha

  7. Mei 10, 2010 9:55

    HAHAHHAA….
    entah kenapa ya tulisan dokter byk yang gak bagus..
    adekku calon dokter… and tulisannya dari kecil dulu ya udh ancuuur hehehe..

    Harikuhariini says:
    Apa itu berarti, adenya emang udah berbakat jd dokter. Ato karna tulisan nya ancur, beliau jd terobsesi untk jd dokter?

  8. Mei 10, 2010 12:18

    biar ga bisa di jiplak orang lain..๐Ÿ˜€

    Harikuhariini says:
    Emang org lain ngejiplak buat apa sh? Buat disalahgunakan gitu?

  9. Mei 10, 2010 13:10

    ah saya sih ndak begitu mikirin, intinya mo tulisan dokter jelek ato bagus yang penting tulisan saya sendiri bagus :))

    Harikuhariini says:
    Hidup mas hari!! *halah*

  10. Mei 10, 2010 15:38

    halah ini macam analisa aja, tanya Dokternya langsung kan beres to ya?๐Ÿ˜†

    Tanya si Deddy Andaka tuh… dokter juga ^_^

  11. Mei 10, 2010 18:40

    wah… kok ternyata makan cicak?
    *muka pucat*

  12. Mei 11, 2010 14:34

    haluuuu kawan blogger ^_^
    apa kabar…
    mampir iah ke blog saiia, lagi ikutan lomba niihh… jangan lupa tinggal jejak dikotak komentar iah ^^…
    caranya gampang banget tinggal klik :
    http://pelangiituaku.wordpress.com/2010/05/10/seorang-cowok-menjaga-kesehatn-kulit-wajar-nggak-sih/

    trus baca deh artikelnya dan kasih komentarr… =)
    kontribusi temen-temen sangat membantu saya untuk menyampaikan informasi seruuu
    check it out =)

    makasiiihhh ^^

  13. Mei 12, 2010 17:08

    tulisan bos saya juga susah dibaca apa jgn2 bos saya dulu bercita2 jadi dokter hehehehehe… atau jgn2 dokter itu seorang reporter kan tulisannya sama2 ga jelas tuh pake kode lagi๐Ÿ˜€ yang jelas tulisan gak jelasnya saya bukan karna saya dokter dan reporter apalagi seorang bos haghaghaghag…

  14. Mei 17, 2010 15:32

    kayaknya dokter per;lu masuk SD lagi

  15. firmatha permalink
    Mei 17, 2010 17:45

    wah ini nih yang pertanyaan ngocol nan menggelitik tapi sangat perlu di ulas, dari dulu aku pengen nanya tapi tengsin ama tuh dokter….๐Ÿ˜†

  16. Mei 21, 2010 8:40

    hehe….
    cape dech….
    salam kenal aja dech….

  17. Mei 27, 2010 22:15

    MUngkin … karena …
    dia berfikir lebih cepat dari pada gerakan tangannya …

    hehehe
    (ini juga sebuah pembenaran …)
    Salam saya

  18. Juni 8, 2010 16:45

    ato korelasi dengan muka nya..
    (halah, malah ngaco)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: