Skip to content

“Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Kita”

Maret 13, 2010

Karena satu dan lain hal, belakangan ini aku jadi lebih sering meninggalkan kosanku yang seperduabelas elit itu. Bukan karena tidak betah sebenarnya, aku cuman mendengarkan nasehat orang-orang. Kata mereka ‘bagaimanapun berdua lebih baik daripada seorang diri’. Weits..jangan mikir macem-macem dulu. Nyaris setiap malam aku tidur berduaan di kamar nya nona Rishela. Pulang ke kosan pagi-pagi hanya untuk mandi. Pergi lagi. Pulang sore. Mandi lagi. Dan pergi lagi, dan numpang tidur lagi.

Suatu pagi, aku pulang ke kosan, ada yang aneh. Well, aku tak menemukan sendal jepit yang yang biasa aku parkir di depan pintu kamar. Celingak-celinguk lirik sana lirik sini, aku tetap tidak menemukan sendalku. Sendal jepit agak butut ber-merk swallow yang udah lebih kurang 7 bulan menemaniku.

Semula kukira itu aksi balas dendam tetangga kosanku (sebut saja namanya mas Handi -memang nama sebenarnya). Sedikit tentang mas Handi, (Agama islam, single, umur 30an, tinggi badan 170an cm, bb diatas 70an kg, suku jawa, pemalu, suka melihara bunga, ramah dan rajin nraktir. Yang tertarik, hubungi saya segera. Persediaan terbatas) aku belum pernah ngeliat dia marah, makanya aku hobby banget ngisengin ini orang. Punya kebiasaan membiarkan kunci nempel di pintu kamar, dan sudah dua kali aku kunci pintunya dari luar. Beruntung, dengan memanfaatkan kecerdasannya, dia berhasil keluar kamar lewat jendela, gedor2 pintu kamar ku sambil ngomong ‘kasihan buk, sudah dua hari belum makan…. di KFC’ ‘heh bocah gendeng, edan.. buka pintunya, sini kamu tak jewer’. Dan kuteriakkan semangat kemenangan dari dalam kamarku ‘maap pak..disini engga nerima sumbangan’.

Sekian tentang mas Handi.

Kembali ke cerita sendal jepit.

Udah capek clingak-clinguk akhirnya lewat lah salah satu penduduk kosanku yang biasa kupanggil ‘aa,

“aa…itu sendal aku bukan?”.

Si ‘aa langsung pasang senyum manis, mengibaskan rambut panjangnya (kayak iklan sunsilk) dan berbalik ngeliat aku, “wah, sendal kamu ya? Tadi sih saya ngambilnya memang dari depan kamar kamu. Saya pinjem dulu lah ya…”.

“okey.. baiklah..”, jawabku sambil berlalu masuk ke kamar.

“Ikhlas kan neng?”

“iya atu lah ‘aa… sok wae (silakan aja)…entar sewanya langsung ditransfer ke rekening aja”, aku berteriak dari kamar.

Hari berikutnya, aku masih tak melihat sendalku itu di parkirannya.

Dan hari berikutnya juga.

Dan hari berikutnya lagi.

.:mulai agak curigation aku:.

Dan hari berikutnya, juga belum ada di parkiran.

Dan hari berikutnya.

Dan hari berikutnya, aku papasan ama si ‘aa rambut sunsilk. Dan kakinya masih nangkring di sendal jepitku. *ngedumel dalam hati*

Sehari setelah hari berikutnya, aku papasan lagi ama si ‘aa itu, dan dia udah pake sendal yang lebih bagus dari sendal aku.

“aa…sendal aku teh masih di pake engga?”

“ohhh…iya ada, tapi kalo ga salah sih udah dibawa ama temen saya neng, kan kata kamu teh kamunya iklas..”

“ohh….iya yahhh…. Lupa. Salam ya ‘aa ama temennya” (dengan tatapan sinis). Dalam hati ngedumel, “Sejak kapan pulak minjam sama dengan mintak. huhh…lain padang lain belalangnya ternyata. Satu nusa satu bangsa satu bahasa kita. Kini janji tinggal janji. Bagaikan katak dibawah tempurung. Memancing di air keruh”.

12 Komentar leave one →
  1. Maret 14, 2010 0:01

    hubunganya apa ya satu nusa dengan katak dalam temprung.😀

    Harikuhariini says:
    dear mas edy..
    Sepengetahuanku mereka tidak berpacaran dan tdk saling bersaudara, temanan juga enggak. Aku nyerah, aku tdk benar2 tahu hubungan satu nusa dgn katak di bawah tempurung😮. Kalimat2 terakhir dipostingan itu hanya asal ‘jeplak’ mas.. Begitu juga dgn kalimat2 yg akan ku ketikkan setelah ini, juga asal ‘jeplak’ alias astik a.k.a asal ngetik…
    Yg aku tau def nusa = pulau. Kata guru sd aku, kalo katak terjebak d bawah tempurung, biasanya katak tsb jd berisik, merasa bahwa dirinya adalah mahluk paling besar yg ada d bwh tempurung tsb. pribahasa katak di bwh tempurung artinya kira2 orang yg hanya jago kandang. Jika katak dibawah tempurung, dan tempurung aku analogikan sbg pulau, suara yg dominan terdengar adalah suara katak (satu bahasa). Nah.. idealnya, katak lain (satu bangsa) yg meskipun ada d luar tempurung bisa memahami bhs katak yg ada d bawah tempurung.
    Tetapi..ternyata ada peribahasa lain yg mengatakan ‘lain padang lain belalangnya’.
    Demikianlah pengakuan ini aku buat dgn sebenar2nya.
    Warm regard
    -harikuhariini-
    *www.enggak-jelas.com*

  2. Maret 14, 2010 2:49

    ah, andai aku bisa bermalam di kamarnya riris juga😛

    Harikuhariini: yah, sayang sekali anda kurang beruntung, kamar riris hanya dikhususkan untuk cewek2 cakep. Coba lagi lain kali, saat anda sudah memenuhi kriteria. Xixixi

  3. Maret 14, 2010 13:11

    eh, kok fakta tentang si mas digaris tengahin say? masih malu-malu yaa…

    Harikuhariini: mba dian berminat?? Hubungi aku segera. Stok terbatas. *mendadak-jd-makelar-jodoh*

  4. Maret 15, 2010 18:24

    salam kenal Mbak…

    berkunjung neh…

    sukses selalu yah…

    tak tunggu kunjungan baliknya…

    Harikuhariini says: wkwkwkwk.. salam kenal pak rudi (memangnya qt belum kenalan yak? Padahal blog nya pak rudi sudah termasuk dlm daptar tetangga saya sejak lama loh. Apa saya yg lupa minta ijin buat ngelink yak?).
    Segera meluncur ke TKP..

  5. Maret 15, 2010 21:09

    satu nusa, satu bangsa, satu sendal

  6. Maret 15, 2010 23:38

    wah pabrik sendalnya baru aja kebakar kemaren tuh haha…
    salam kenal.. salam blogger

  7. Maret 16, 2010 19:19

    @kelly: wkwkwk..kamu pintar sekali anak ku! Sangat pintar ngeles. Kembangkan bakatmu nak.

    @fransmaniac: salam kenal jg pak. Terimakasih atas kunjungan nya.

  8. Maret 17, 2010 11:29

    ahh
    kasihan sekali kao
    turut berduka cita deh ;p

  9. Maret 17, 2010 14:29

    begitulah hidup di kos-kosan😀
    saya juga sering merasakan kok, tapi saya iklhas2 saja, lah wong saja juga kadang makein barang2 teman saya, heheheee. benar2 satu nusa satu bangsa kosan saya dulu itu ma🙂
    salam knal

  10. Maret 17, 2010 19:10

    heheh.., ya seperti itulah….🙂

    btw ngedumel itu sama gag ya ma menggerutu?

  11. Maret 17, 2010 19:45

    @yolanda: terimakasih atas kata2 belasungkawa mu teman.
    @usus panjang: hidup anak kosan!!
    @redesya: anda betul sekali, penggerutu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: