Skip to content

Kisah Kasih di Kuliah

Juni 12, 2009
tags:

So long time….. Beberapa kegiatan telah menyita perhatian dan pikiranku.

Tulisan kali ini agak2 aneh, nyeleneh dan mungkin ga penting sih (hahahaa, padahal biasanya juga suka nulis hal-hal yang ga penting yak). Beberapa kisah di kampus yang agak-agak menggelitik telingaku. Tidak bermaksud mencibir atau apapun, cuman pengen nulis ajah sih.

Cerita pertama.

“kak, kuliah anu susah ga sih?”

“ga kok. gampang. dosennya BAIK. GA PELIT NGASIH NILAI”

“enak dunks yak”

Cerita yang lain. kisah Budi, Tuti dan semut

Tuti: “Laporan apa kabar Bud?”

Budi: “tinggal satu lagi nih. tiap lembar dicoret-coret. KERAJINANA nih dosennya”

Tuti: “emang dosennya sapa?”

Budi: “tuh si bapak itu”

Tuti: “ooo, dia sih EMANG GITU. SOK IDEALIS”

Budi: “kamu dah beres semua?”

Tuti: “udah dunks, kemaren waktu gw serahin ke pembimbing gw, terus bapaknya langsung tanda tangan, katanya langsung disuruh jilid ajah”

Budi: “trus disuruh presentasi ga?”

Tuti: “kagak. ga sempat bapaknya. sibuk ngurusin bisnis”

Budi: “terus nilainya dari mana?”

Tuti: “menurut feelingnya dia kali”

Budi: “ooo… enak ya. ahhh…dosen gw nih yg kerajinan, kayak ga ada kerjaan ajah”

semut: ckckckkckckkkk (sambil geleng-geleng kepala)

Anggap aja masih tentang Budi, tp kisahnya beda.

Kejadiannya setelah beberapa saat setelah Budi melihat hasil ujian yang dipajang di papan pengumuman.

Mba Ani: “kok tampangnya kusut gitu Bud?”

Budi: “setrikaan saya hilang mba”

Mba Ani: “setrikaan mba lagi ga di pake tuh. tp adanya dikosan. ga dibawa ke kampus”

Tuti: “huahahhahahhaaaa….gara2 nilai mata kuliah anu nya ga nyampe 60 tuh mba”

Mba Ani: “dosennya Pak Anu bukan? Dia mah memang seperti itu. Nilai nya ajaib. wong mahasiswa yg udah beberapa bulan lalu ga ikutan kuliah lagi malah nilai nya lebih tinggi. ajaib ga tuh”

Tuti dan Budi: “ohhh” (oon Face mode on)

***** beberapa menit kemudian…

Budi: “Pak, maap mengganggu. saya Budi, mahasiswa Bapak, yang ikut mata kuliah anu”

Dosen anu: “iya, terus?”

Budi: “Begini Pak, saya boleh ngeliat lembar hasil ujian saya ga Pak?”

Dosen anu: “kamu ga percaya sama saya?” (dengan nada satu oktaf lebih tinggi, menghela nafas dan berlalu dari hadapan Budi).

Budi: “lontong lah bah!!!!”

Huuuahahhahahhaaaaa……. Budi is not ‘ber-budi’ again….

2 Komentar leave one →
  1. Juni 16, 2009 15:35

    jadi teringat cerita temen saya. waktu kuliah di *** malang dia ikut satu mata kuliah sampe 3 kali ndak lulus, gara-gara absen. pas ikut yang terakhir kali dia ndak lulus lagi, akhirnya dia datengin dosennya, bilang, “pak, saya gak minta nilai bagus, saya cuma minta lulus, mosok ndak kasian sama saya”. sama dosennya dia diomel-omelin. akhirnyatemen saya buka tasnya, ada dua celurit di sana, “bapak pilih yang mana?” besoknya nilainya diralat, dia lulus😆

  2. Juni 28, 2009 23:21

    Cerita mirip Mas Stein itu nampaknya banyak ya…. tapi ada juga baru mengundi dosen pembimbing…eh gara2 dapat dosen KILLLLEEERR dia langsung jatuh PINGSAN.
    ada..ada saja… dosen ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: