Skip to content

“Jangan pergi lagi, please”

April 4, 2009

Seperti sore-sore lainnya, hari itupun Jatinangor diselimuti udara dingin. Kurapatkan jaketku, aku terus berjalan, menyusuri jalan-jalan yang dulu sering kulalui. Mencari dia yang hilang entah kemana. Berharap ada bagiannya yang tersisa, dan aku bisa memungutnya kembali, sayangnya aku tak menemukan apapun. Hanya ada senja jingga di ufuk barat tahta-Nya. Sedikit menenangkan hatiku memang, tapi ku tau itu semu. Ketenangan ini tak akan pernah membuat dia kembali dan menghampiriku. Kupejamkan mataku sebentar,  kuhirup udara banyak-banyak dan kuhelakan perlahan. Ingin melepaskan sesuatu, entah apa sesuatu itu, aku tak bisa mendeskripsikannya. Sayangnya aku tak bisa berlama-lama menikmati keadaan ini. Matahari sang raja senja sepertinya memang tak sudi melihatku merasakan ketenangan,  dia membakar semuanya, dan pergi menghilang dari hadapanku, menyisakan gelap!

Aku sempat berkeluh-kesah waktu itu, menuntut pada matahari. Untungnya kesadaranku segera pulih. Ah, ketenangan itu semu!  Aku tak ingin menjadi  sama dengan pesakitan yang diberi narkotik, hanya menenangkan, tapi tak menyembuhkan. Jika aku hanya terpaku dan mengagumi senja itu, maka aku tak akan pernah menemukan dia.

Kakiku kembali melangkah. Meski tulangku mulai kering, tapi nuraniku masih berkata-kata. Langkahku tak boleh surut! Matahari boleh tak terlihat, tapi aku… aku ingin tetap mencari dia! Karena dia begitu berarti buatku. Aku membutuhkan dia, teramat membutuhkan!

Akhirnya, ketika malam sudah sangat larut, aku melihat dia.

“ayo kita pulang”

“ah aku masih ingin disini”, jawabnya singkat.

“aku membutuhkanmu”

“aku masih ingin disini”

“please……”  aku memelas pada dia

“pergi sajalah, aku masih ingin disini”

“tapi…       kumohon…… “

“sudah, pulanglah, aku masih ingin disini”

Aku kehabisan kata-kata.

Dengan sisa tenaga yang ada, aku pulang, sendirian. Tanpa dia yang kucari, semangatku. Kurebahkan tubuhku, memandangi langit-langit kamar, dan setelah itu, aku tak ingat apapun. Aku tertidur, tanpa dia, semangatku.

Pagi hari, aku tak tahu entah sudah berapa jam aku tertidur, ketika aku tersadar, samar-samar kurasakan dia ada di dekatku. Iya, dia ada didekatku. Amat dekat denganku. Oh, terimakasih ya Allah. Kau mengembalikan dia padaku.

“Kumohon jangan pergi lagi, aku membutuhkanmu untuk menari dibawah matahari, untuk bercerita tentang senja, dan untuk tetap berjalan  dalam keheningan malam”

“Aku membutuhkanmu, untuk menikmati segala yang dianugrahkanNya padaku”

“Aku membutuhkanmu, sampai akhir hayatku”

“Kumohon…. jangan pergi lagi”

10 Komentar leave one →
  1. Lyon permalink
    April 4, 2009 21:15

    yes!!! pertamax!!
    Harikuhariini: “Bah, bangga kali bang!”

  2. April 6, 2009 16:28

    kira-kira apa ya ini yang sangat dibutuhkan…

    hhmmm,…..

    aku pikir ini ngadain percakapan dengan diri sendiri…

  3. April 6, 2009 17:03

    saya rada bingung kalo yang bau-bau sastra gini, kebiasaan ndobos saja sih mbak😆

  4. April 7, 2009 16:37

    OOT : untuk masukin plurk di blog
    coba masuk ke widget dan tambahkan RSS plurk yang bisa didapatkan di setting plurk.

  5. April 9, 2009 11:18

    wah saya ngga akan kemana-mana koq:mrgreen:

  6. April 10, 2009 20:39

    Dia tetap ada di sampingmu…Dia tidak pernah pergi..

  7. April 11, 2009 15:02

    iya, gak akan pergi kemana-mana kok.
    eh, kayak nya dah gak pernah kunjungan balik ni..
    hhehehehe

  8. April 16, 2009 14:40

    kadang-kadang kita memang masih membutuhkan waktu untuk diri sendiri tapi pada akhirnya langkah kaki akan menuntun kita kembali kok jeng

    a hand its not a hand if its get too close, give a distance then you’ll see its a hand, reaching out too you

    ‘sok wise mode on’

  9. April 17, 2009 12:27

    dia tidak pergi dia ada dimana-mana
    kadang di cermin atau mungkin di bawah anda
    kadang dia lari tapi ya di sekitar situ-situ saja
    he he he he he he …
    duh….. mbuhlah….

  10. April 30, 2009 15:20

    Iya….aku nggak pergi kemana2 (lagi) Mer!, msh ada, cuma karena ada sedikit kesibukan yg menyita waktu, tenaga, pikiran dan dana…jadi agak jarang buka WP. Thanx ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: