Skip to content

Urang sunda, hurup F Jeung hurup P

Maret 1, 2009

Mungkin sudah banyak yang tau tentang selentingan cerita bahwa orang sunda ga bisa ngomong F, atau suka menukar huruf “F” dengan huruf “P”, dan sebaliknya.

“Ahhh, kata siapa orang sunda ga bisa bilang F?? Itu mah pitnah!”

“abdi rek beli Panta heula nyak” (Panta=Fanta)

“Ah, saya mah udah pasih ngebedaken hurup P jeung hurup F”

Nah, perhatiin deh foto di bawah ini. Foto di salah satu gedung bersejarah yang pasti udah dikenal secara internasional. Sengaja atau kebetulan? Ga tau dehhh😛.

Berpose di dekat museum konferensi asia afrika

[Up date 5 Maret 2006; Perbedaan itu adalah kekayaan. Isnt it?? What a wonderful God…]

11 Komentar leave one →
  1. Maret 1, 2009 14:45

    denger2 ada yang malah suka ketuker P ama F…

    seperti, fropinsi, faris pan japa, suverpisor, unipersitas fendidikan indonesia, dll
    Harikuhariini: Kayaknya sich gitu Fet [Fetra…]😛

  2. Maret 1, 2009 17:20

    Tapi ada juga lho daerah yang malah kebanyakan huruf F, coba cari…
    Harikuhariini: Udah di jawab ama Pak Eston tuh Pak. Hahahhaaaa

  3. Maret 2, 2009 19:15

    Eh…dah hbs cutinya toh…
    Laffet ffake kalaffa=lampet pake kalapa
    Maup=mauff
    Puang=ffuang
    Ah…jadi ikut2an aku dgn bahasa HARIINIHARISENIN😀
    Harikuhariini: Aya aya waeee

  4. Maret 2, 2009 19:16

    Mer…numero two dari kiri foto?
    Harikuhariini: Yup..

  5. Maret 3, 2009 10:17

    Kalo menurut saya F yang dibaca P bagi orang sunda adalah karekteristik daerah yang patut dibanggakan dan jangan dipalsukan. Dibiarkan akan menjadi identitas budaya.
    di Makassar ada kelebihan huruf G.
    Jadi makan bisa jadi makang;
    Mesin – mesing
    Asin – Asing
    dst.
    Bagi saya itu khas, ciri-ciri yang harus dibiarkan, bahkan tak perlu dikritisi.
    Harikuhariini: Sejujurnya ide tulisannya bukan untuk mengkritisi sich Pak. Pengen tau pendapat teman2 semua apakah itu disengaja untuk menunjukkan ciri khas atau karna org bandung pakenya huruf “P” dan bukan “F”..jadi keterusan,
    Tapi saya ga menemukan kata2 yg tepat, jd nya seperti itu deh.
    Gitu Pak…
    Kalo emang disengaja, saya setuju2 ajah..

  6. Maret 4, 2009 14:27

    Berarti klo Pecal = Fecal yaa klo di kampung gua
    itu namanya Poccal bukan Foccal…
    yg penting harikuhari ini ajalah..
    Harikuhariini: Kwakakakkakakak

  7. Maret 6, 2009 9:55

    sebagai identitas daerah emang susah diilangin, dan mungkin emang perlu dilestarikan.
    Tapi apa ndak jadi kontra-produktif dengan kampanye penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar ?

    Jangan sampe juga karena dilestarikan malah menyalahi aturan baku huruf2 Al-qur’an pas ngaji….hehehe

    Harikuhariini: Iya juga yahh (sambil manggut-manggut). Tapi, ga masalah juga sih tetap digunakan dgn tujuan melestarikan budaya. Analoginya seperti, undang2 pornografi tuhh, ada aturan khusus untuk seni, budaya, penelitian dll. Kalau undang2 pornografi tetap diberlakukan di daerah papua, kan kasihan para Noge disana. Bisa masuk penjara semua tuhh

  8. Maret 9, 2009 15:39

    hahahaha..unik
    Harikuhariini: Makasih Mas Hari..

  9. Maret 11, 2009 12:42

    Simak terus update diskusi antara Hizbut Tahrir dan mantan Hizbut Tahrir, tentang Hizbut Tahrir dan da’wah khilafahnya di :

    http://mantanht.wordpress.com

    Semoga menambah wawasan kita bersama.

    Harikuhariini: Halahhh….Pak/Jeng/Bu/Om/Tante.. kok jadi ngiklan disini. Hhahahhahhahaaaa. Tak apalahh… Ayo berkunjung rame2…

  10. Maret 19, 2009 19:35

    Buat Masridwa : Bahasa Indonesia kita tentulah tetap pada aturannya, hanya maksud saya dialek dan sejenisnya itu bisa memperkaya gaya berbahasa kita sehingga bisa nampak ini adalah gaya ala makassar, jawa, sunda, batak dst. Bahasa Indonesia baku sih TEUUUTEPPP.

  11. April 14, 2009 0:20

    itulah kelebihan urang sunda, selain punya EYD untuk bhs.indonesia mereka juga punya EYD sendiri buat bahasa sunda…..kan teu aya undang-undang na dari taun seribu emFat ratus emFat fuluh lima….hayooo….slewat jd ky orang arab yang sering ngomong Pulus…ehhhh…mksdnya fulus….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: