Skip to content

Sepele!!

Februari 4, 2009
tags: ,

Percakapan antara dua orang mahasiswa, katanya sebagai sang penerus bangsa.
Here we go…
Rasa lapar mamaksa Ana untuk berjalan, hunting something to be eaten. Masih sekitar jam 1an siang. Tempat makan yang banyak pilihannya ya gerbang utama Unpad. Nasi gila Ficom menjadi pilihannya siang ini. Karna memang Ana lagi gila!!
Sambil nunggu si Mas nya masakin tuh nasi gila, Ana bengong. Ngeliatin tukang ojek dan mahasiswa yang seliweran. Pikirannya dikuasai oleh rasa bersalah. Nilai ujianya terkontaminasi oleh CARBON
“woi…, melamun…”, seorang teman, sebut saja namanya Rasyid, mengagetkannya.
“wah keluar barak* aja lah kerja kau Syid. Mentang2 senior yah. Ckckckckck. Ngapain kau disini?” Lebih lanjut tentang Rasyid, dia itu anak kampus Unjat. Satu-satunya kampus Unjat yang “mengasramakan” mahasiswanya (siswa atau mahasiswa ya? Ga tauu ahhh…)
“baru selesai makan. Namanya juga senior. Lagian ga ada lagi kerjaan di barak, keluar lah skalian cuci mata”
“ckckckckckkkkk, kasian kali lah rakyat kita ya, keluarin duit mahal2, duit nya untuk membiayai orang kayak kau wak. Jadi kapan kau sidang, kudengar2 dari si Erents awal bulan ini jadwal kalian ujian akhir?!”
Si Rasyid senyum-senyum sambil menghabiskan isi aqua gelas yang baru dibelinya, “iya, tapi aku belom tau kapan, udah dapat tanda tangan sich, tinggal ngatur jadwal aja. minggu depan kayaknya. Doakan lah. Kau kapan lulus?” bersamaan dengan itu meluncur lah aqua gelas yang ada ditangan Rasyid, melayang sesaat dan mendarat (ga tau selamat atau ga) di jalanan ga berapa jauh dari counter nasi gila Ficom.
“busyett! Calon pejabat Negara! Calon pamong praja!”, kata Ana dengan reaksi lebaynya
“apanytong-sampah1a yang kau bilang?”
“aqua kau itu lontong! Kok sembarangan kau buang sampah!”
“berle* kali kau! Udah biasa itu. Jadi perlu rupanya kupungut lagi?” Rasyid senyum-senyum.
“ckckckckcckkkk, kek kau ini lah calon pejabat Negara, tumpur* lah Negara ini!”
“lagian cuman botol aqua nya”
“iya, cuman, sich! Cuman botol aqua! Aqua gelas pulak lagi! Sepuluh orang bepikir kayak kau, pemerintahpun perlu ngeluarin duit untuk menggaji petugas kebersihan. Buang2 duit”

********************

barak=asrama; berle= berlebihan; tumpur=rugi

uwak-uwak makan lele sepele awak!

Setialah pada perkara-perkara kecil, maka kepadamu akan ditambahkan perkara-perkara yang besar pula.

******************************just think about this…

kira2 kalo setan/iblis buang sampah ga?

dari rumah orang

10 Komentar leave one →
  1. Februari 4, 2009 9:17

    setuju kali lah

    hal hal yang besar dimulai dari perkara yang kecil
    Harikuhariini: Yuppp

  2. Februari 4, 2009 10:59

    horas ito.
    kunjungan balek neh… permintaan ito untuk ngambil artikel dah aku bahas di http://rapolo.wordpress.com/2009/02/03/adat-batak-untuk-semua/

    salam sukses buat ito dan keluarga
    Harikuhariini: Makasih to…

  3. Februari 4, 2009 15:41

    Rassyid udah Gde … gitu juga ya.. nggak tau hilangnya ( dang diboto magona/bhs Batak)
    Harikuhariini: Manusia…manusia.. sering melakukan kesalahan kekhilafan

  4. Februari 5, 2009 12:02

    hahahha medan kali bahasanya.

    Unjat itu universitas apa ? universitas untuk dihujat hujat ? lol

    wah jangan2x itu papan larangan gak mempan juga soale banyak setan sih hehe.

    Harikuhariini: Jahh, orang dua itu emang besar didaerah campuran melayu batak..
    Mungkin aja seperti yg kamu sebutin, kalo setan suka nyampah. Tapi siapa yg tahu setan suka nyampah atau ga.

  5. Februari 5, 2009 14:43

    kmu anak Unpad?
    aku punya sepupu yang disana.
    eh, boleh nge add link kamu?
    Harikuhariini: Aku anak ayah n bundaku😛. sepupunya jurusan apa? angkatan brapa?
    Yukkk, mari silakan di link aja boii..

  6. Februari 6, 2009 3:20

    Jagalah kebersihan bersama yach….😀
    Peace….😀
    Harikuhariini: Yup. JAGALAH KEBERSIHAN

  7. Februari 6, 2009 17:33

    kira2 kalo setan/iblis buang sampah ga?
    Ya..iya dong, itu tu…koruptor yg pada ditangkap!
    Harikuhariini: Oh, mereka itu setan/iblis toh Pak? Kukira mereka itu sampahnya.. (sambil manggut-manggut)

  8. Februari 9, 2009 9:21

    entah hapa…

    yg nulis papan pengumumannya ga bisa EYD…benernya Iblis & Setan
    Harikuhariini: Ohh gitu ya. THH berarti…

  9. Lyon permalink
    Februari 9, 2009 13:07

    Siapa dulu yang paling sering dimarahin si Rode gara2 buang sampah sembarangan??? Ayo siapa yg tau anak-anak? 😛
    Harikuhariini: Yeeee… itu kan dulu (jgn buka kartu donk). Sekarang udah ga lagi kok.

  10. Juli 9, 2009 23:27

    tuh yang buang runtah alias sampah di samping jembatan cibodas kayaknya lebih dari ibliis setan gitu,gak mikirin padahal sebelah hilir/kp kebon kalapa air nya di pakai mandi dan cuci lakadalah.prihatin deh kuring

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: