Skip to content

Cinta itu (tdk) buta

Januari 19, 2009
tags:

“Cinta itu buta”, itu yang mereka katakan selama ini. Dan pemahan itu juga yang kupunya selama (entah berapa lama, mungkin belasan tahun. entah ahh, aku lupa).

Dan statement asal jeplak seseorang ternyata sedikit menggoncang isi otakku. Cinta itu ternyata tidak buta teman. Cinta itu melihat. Melihat dengan amat sangat jelas. Menilai dengan amat sangat jelas. Tanpa katarak!!! Membuat kita tahu jalanan seperti apa yang akan kita lalui, membuat kita tahu bahwa ada rambu-rambu peringatan dalam perjalanan kita, sehingga kaki kita tak tersandung, sehingga kita dapat menghindari “lubang-lubang” kehidupan yang ada diperjalanan kita.

Teman, jika cintamu masih buta, segera minta perawatan intensif ke AHLI dari segala ahli mata!!

Hati-hati dengan katarak!!! Karena katarak beresiko menyebabkan kebutaan!!

Cinta itu melihat!!! Cinta itu membuat perjalanan ku dan perjalanan mu lebih menarik!!!!

++++++++++++++++++

(Terinspirasi dr bang ucok, again.)

14 Komentar leave one →
  1. Januari 19, 2009 11:01

    Beruntung lah bagi yang bisa melihat dalam cinta dengan jelas, karena masih ada juga yang buta dengan cinta sehingga batas-batas bisa dilanggar atas dalih cinta, bahkan tanpa ragu membuang benih cinta mereka yang diluar batas.😀

    Harikuhariini: Yup…setuju…

  2. Januari 19, 2009 22:53

    Bagi yg cinta-nya msh buta, biasanya dapat gelar MBA….jadi melihatlah wahai cinta!

    Harikuhariini: Oh gitu ya? Ga perlu kuliah dunks ya? Hihi

  3. Januari 21, 2009 8:53

    semua hal adalah relatif, hanya Dia yang mutlak, masalah buta ato tidak, bagi yang bener-bener buta maka dia akan bener-bener buta….

    Harikuhariini: Yukkk…mari…

  4. djoxer permalink
    Januari 21, 2009 22:24

    wew kalo cinta buta mah ga mungkin dung pilih yang punya roda empat (gerobak buat jaualan di kaki lima) ,. gaji diatas 2 jt,. tampang kayak keanu reave,. ho ho ho

    Harikuhariini: Hahhahaaa, pengalaman pribadi ya Mas??

  5. Januari 25, 2009 14:24

    beruntunglah bagi orang yang bisa ‘deal’ dengan cinta secara bijak..
    tak banyak yang mampu seperti itu.

    Harikuhariini: Hihihi, pilihannya ada ditangan kita bos. Mau dikendalikan atau mengendalikan

  6. Januari 25, 2009 18:59

    wakakak…wanita pemanjat genteng bisa juga ngomong cinta…kirain dunia lo cuma atap, obat sama blog doang…xixix…
    Lo bilangin gw melankolis??kagak tuh…gw cuma nginget seorang wanita diseberang pulau sana..hehehe…
    Btw ttg tulisan lo, gw gak setuju boi…gw pernah pacaran sama cewek yang physicly standar tp gw sayang bngt…tp pernah jg gw jln sama cw yang diatas standar, malah cepat bubarannya tuh…
    intinya cinta itu memang gak memandang alias buta..menurut gw.
    Skali2 lo baca Kahlil Gibran kek, jgn baca MenFAR mulu…ntar gila lho, jadi kapitalis sejati…hehehe..

    Harikuhariini: itu lo bisa liat mana yg standar mana yg OK brarti ga buta dunks. Hhahahaaa. Kayaknya lo terserang sindrom INKONSISTENSI deh Vi..
    Kayaknya lo perlu kenalan ama gw lagi deh Vi. Banyak yg lo blum tau ttg gw. Kwakakakakkakk…

  7. Januari 26, 2009 22:02

    yup setuju, pilihan ada ditangan kita. memilih bijak atau buta, bos
    ‘hahaha
    Harikuhariini: Eh, Mas dadan, makasih dah mau mampir lagi…

  8. Januari 27, 2009 7:02

    Bagiku pribadi, Cinta itu suci….yang pasti, kalau cinta tersebut dinodai maka akan kotorlah dia demikian juga sebaliknya….

    Cinta oh cinta….

    Harikuhariini: yahh, cinta oh cinta…. anugrah dari Yang Kuasa… Akankah kita menodai nya?!

  9. roysemut permalink
    Januari 28, 2009 8:33

    He…he…he…

    Gak Ada Cinta Buta… Lebih jauh semut malah memahami Cinta sebagai bagian komunikasi sosial yang harus dibangun atas 5 hal :

    1. Care (Peduli)
    2. Comitment (Ikatan)
    3. Compromize (kompromi)
    4. Responsible (Tanggung Jawab)
    5. Respect (Menghargai)

    5 Hal ini lah yang kemudian bisa membentuk rasa yang namanya “cinta” itu. Ketika lima-limanya kuat, maka kita nggak perlu bingung lagi kenapa ada pasangan yang berbeda secara fisik, kultur, bahasa, agama dan lain sebagainya bisa langgeng dan mesra.

    5 hal ini pula lah yang harusnya jadi tolak ukur seseorang ketika hendak melanjutkan ke jenjang pernikahan atau perceraian. Salah satu dari 5 hal ini tak mungkin ukurannya sama tapi tidak mungkin pula kalau salah satunya hilang. Sebab hilangnya salah satu maka meniscayakan hilangnya rasa “cinta” itu sendiri.

    Secara alamiah dan disadari atau tidak. Manusia ketika mulai Jatuh cinta menjalankan 5 hal ini. Ia mulai peduli, mulai berkomitment, mulai berani berkorban untuk berkompromi, menunjukan rasa tanggung jawab dan saling menghargai.

    Seiring dengan waktu 5 hal itu diuji kekuatannya. Semakin berkurang, maka semakin hilang pula rasa “Cinta” itu…

    Menteng, 28 Januari 2009

    .: Roy Semut :.
    Harikuhariini: Wahhh tampak berpengalaman sekali Mas Roy ini. Nanti saya boleh berguru ke Mas Roy yah. Hehe. Udah sembuh Mas? Motor apa kbr?

  10. Januari 30, 2009 7:34

    Tulisan yang menarik. Terima kasih sudah berbagi informasi. Jika ingin tahu lebih banyak lagi tentang Cinta, silakan baca artikel Butir-Butir Cinta di blog saya. Salam kenal, sobat.

    Lex dePraxis
    Romantic Renaissance

  11. Januari 30, 2009 12:34

    PAS…. hehee
    Harikuhariini: Ehh, si Bapak.. mampir tp ga bawa oleh2 dari padang ya Pak. (Hehehheee, dasar saya ini, anak yg kurang ajar. Harusnya kan anak yg sowan ke orang tua yak.. ya udah deh, sebentar lg saya berkunjung)

  12. Januari 31, 2009 13:17

    Halo Mbak Harini, apa kabar ? [boleh kan ya saya panggil itu ? Lha takcari gak ketemu jee namanya🙂 ]

    Saya setujes banget kalau cinta itu tidak buta.
    Kan ada cinta pada pandangan pertama, itu kan bukti kalau bisa melihat hehehe

    Gini … gini [serius nih, sambil sedekap]🙂
    Kan cinta itu tidak untuk dilihat atau disaksikan, cinta itu untuk dirasakan, ya to ?🙂

    Salam hangat
    Ben

    http://benedikawidyatmoko.wordpress.com

    Harikuhariini:
    Piye to Mas Ben, nama saya ada di page harikuhariini kok. HEhe. Tapi kalo mo panggil harini jg ora po2.
    Betul… setuju… love is about feeling.. tp feeling biasanya sejalan dgn tindakan. jd yahhh, harus bisa dilihat jg. hihi. “..usahakanlah agar kasihmu diketahui oleh semua orang..”, isnt it?

  13. Februari 2, 2009 20:00

    setuju…cinta itu tidak buta

    tapi lebih cocok cinta itu logis, hehehe

    Harikuhariini: Logic? Generalize?? Ha.. ha.. ha…

  14. Februari 2, 2009 20:02

    Kalau cinta itu buta…artinya masih meraba-raba dalam kegelapan. Padahal menurutku cinta itu jelas dan terang. Kalau nafsu sih emang buta, sruduk sana- sruduk sini…..😀

    Harikuhariini: setujuuuu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: