Skip to content

Nasionalisme yg Alkitabiah??

Desember 16, 2008

Sedikit terinspirasi dari celotehan seorang teman. Tadi sore ngumpul-ngumpul ga jelas anak2 literatur. Jelas sich sebenarnya tujuan ngumpulnya apa, cuman..yahhh…salah satu kebiasaan buruk tim Litz.. “membuat yang jelas menjadi tidak jelas”. Hihi.

Kembali ke cerita semula. Celotehan. “Duh, udah mau jam tujuh ini, dah mau maen itu Indonesia lawan thailand. Ayo lah woii, harus nonton kita. Harus kita dukung Indonesia. Nasionalisme.. Nasionalisme.. Harus menang ini Indonesia”. Itu lah celotehan yang kudengar beberapa jam sebelum pertandingan sepak bola Indonesia lawan Thailand.

Setelah kurimang-rimangi (kupikir-pikir, bhs batak toba) dalam pikiranku, ada beberapa hal yang kudapati..

Pertama. Apakah Alkitab mengajarkan kita untuk punya rasa nasionalisme. Yup!! Jelas iya dunks. Baca tentang kitab Nehemia, tentang membayar pajak pada Kaisar, dan ada beberapa lagi. Haruskah kita punya rasa nasionalisme? Kalo ngaku pengikut Kristus, ya harus punya rasa nasionalisme dunks!! karna emang Alkitab mengajarkan demikian. Saat Indonesia bertanding sepak bola dengan Thailand, haruskah kita dukung negara kita tercinta ini? Harus dunks!!!

Kedua. Secara singkat nasionalisme diartikan sebagai kecintaan terhadap bangsa sendiri. Kutuliskan ulang sebagian isi coletehan diatas, “bla…. bla.. bla…. Harus menang ini Indonesia”. Nasionalisme berbeda dengan fanatisme kawan. Dari kutipan celotehan itu tampak bahwa orang yang melontarkan celotehan itu pasti lah sangat cinta pada bangsanya, pastilah sangat nasionalis, benarkah demikian?? Hihi, mungkin orangnya memang nasionalis sekali tapi yang ingin saya komentari adalah celotehannya. “bla…. bla.. bla…. Harus menang ini Indonesia” (sengaja aku tuliskan lagi), bukankah kata-kata itu lebih mengarah pada semangat peninggian diri?? egois!! ambisius!! Nasionalisme yang cenderung fanatis.??

Ohhh, aku ingat cerita beberapa waktu lalu, temanya hampir mirip dengan kisah diatas. Pada waktu mau doa safaat dalam suatu kebaktian, pendoa safaat bertanya, “selain list doa yang sudah saya sebutkan tadi, ada lagi ga topik doa yang mau ditambahin” (begitu kira-kira, saya lupa statement aslinya waktu itu gimana). Kemudian ada yang menjawab begini, “doakan tuh supaya Indonesia menang dipertandingan melawan negara apa gitu (lupa juga euy..sebut saja negara antah barantah)”. Hagh!! emangnya Tuhan Yesus cuman punya orang Indonesia doank?? Bayangkan kalau seandainya dinegara antah barantah itu ada juga orang-orang Kristen yang berdoa supaya negaranya menang dalam pertandingan. Apakah yg terjadi?? Dan aku pikir, itu bukan nasionalisme.

Yah demikian sampai disini saja.

Mari kita cintai bangsa kita!!!

Maju Indonesiaku!!!

3 Komentar leave one →
  1. dani permalink
    Desember 20, 2008 7:02

    Wah, kalo gitu saia seing salah berdoa juga ya.

    perlu bertobat ni…

    kalo lagi ikutan pertandingan saia sering berdoa supaya team saya menang.

    baru sadar sekarang ternyata doa saia salah.

  2. Juli 14, 2011 7:59

    Dulu waktu masih kecil saya suka nonton tenis dan saya sering berdoa dalam hati mengharapkan kemenengan petenis yang saya dukung. Sampai suatu saat tiba2 “klik” di otak, lho, kalau semua orang masing2 mendoakan kemenangan buat yang didukung malaikatnya nanti perang dong (hehe, namanya jg pikiran anak kecil).

    Sejak itu di kesempatan apapun walaupun saya tetap memberikan dukungan pada seseorang, doa saya ialah “let the best one win”😉 nice share!

  3. Desember 8, 2011 12:55

    ceileehhhh…kagum gw ma lo…ditengah kesibukan berburu hantu…msh sempat ngeblog pulakkk…gw napas aja kadang lupa…wkwkwkwk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: