Saat Ragu Bersanding Dengan Galau

Maap pak bos, saya korupsi waktu, saya tau ini jam kerja, sebentar saja…

Silakan pak bos marah, tapi tahan dulu marahnya, selesai saya mengetik sedikit uneg2 dikepala ya..

satu kali satu itu masih satu kan? presiden kita masih pak SBY kan?  matahari masih terbit di timur kan? dan terbenam di barat? iya kan? pengen es krim. pengen ke gunung. pengen ke pantai. pengen teriak sepuas-puasnya. Rasa-rasanya memang Tuhan meng-sengaja-kan saya untuk sendiri saja di rumah beberapa minggu ini, [natal sendiri-thypus-ujian-tahun baru sendiri-harus menerima kabar  tentang ketidakpastian],  punya banyak waktu untuk merenung-renungkan beberapa bagian, menyadarkan saya “I am nothing without God”. dan kabar baiknya, when i see my past, “HE never ever leave me alone”. tapi tetep saja saya tak bisa menyangkal bahwa otak manusiawi saya menyimpan  ragu dan galau. “please jangan pernah tinggalkan saya, Han. saya takut mendengar selentingan miring mereka.”
and the last part yang ingin saya ketik, rindunitis ini rasanya makin kronis saja, perjuangan untuk menahan diri semakin berat pula. padahal sengaja tak pernah lagi saya menoleh pada bintang merah, sengaja saya mendoktrinasi otak ini bahwa bintang itu berkilau putih, tak ada yang merah!

sudah pak bos…silakan marah

silakan mengomel

saya sudah selesai mengetik

dan sekarang saya pengen ngupil (sambil melanjutkan tugas yang tertunda

2 tanggapan untuk posting ini.

  1. Mari akhiri dengan ngupil.

    Aaaah!

    Nikmat! :oops:

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.