Skip to content

“Gantungkan cita-cita mu setinggi bintang di langit nak..”

Oktober 24, 2009

Tanpa sengaja aku mendengar seorang lelaki paruh baya sedang berbicara dengan, ah sejujurnya aku kurang tahu apakah teman bicara nya itu anaknya atau keponakan nya, atau entah siapa nya, yang jelas raut wajahnya lebih muda dari lelaki paruh baya itu.
“Kamu itu harus punya mimpi, dan kemauan yang kuat untuk mewujudkan mimpi mu. Kalo mimpi aja ga berani kekmana mau menjadi orang sukses. Coba aja nanti setelah nyampe di rumah kamu tulis semua mimpi-mimpi kamu, kamu yakinkan kamu bisa mencapainya”, hanya itu kata-kata yang bisa kuingat dari pembicaraan mereka.

Dream. Sebuah kata dalam bahasa Inggris, yang dalam bahasa bangsaku, bangsa Indonesia, diterjemahkan dengan kata “mimpi”. Dan akhirnya mengalami pergeseran makna, nyaris disamakan dengan “cita-cita” atupun “keinginan”. Banyak orang beranggapan bahwa mimpi itu harus diwujudkan. Dan aku sedikit setuju dengan pria paruh baya itu, “menuliskan mimpi-mimpi kita biasanya akan membuat kita lebih termotivasi untuk mencapainya”. Tapi, tak akan melanggar hukum bila aku menuliskan mimpiku, mimpi yang hanya akan menjadi sebuah mimpi, tak kan pernah kuwujudkan, meski mungkin aku punya kesempatan untuk mewujudkannya.
Oke, here we go….
Satu. Aku pengen lancar berbahasa spanyol dan pergi ke meksiko. Jangan tanyakan kepadaku “kenapa meksiko”, dan bukan Paris seperti yang diinginkan banyak orang, karena aku ga tau jawabannya.
Kedua. Pengen ketemu dengan kepala suku Indian. Terus pengen pinjam bulu yang ada di kepala nya, aku penasaran, sebenarnya itu bulu mahluk apaan. :P
Ketiga. Menjadi seorang astronot. Pernah di kelas 2 SMA, teman-teman mentertawakan aku, ketika ditanya oleh guru PKL, apa cita-citaku, aku sebutkan “pengen jadi astronot”. Dan se-isi kelas mentertawai ku, termasuk aku sendiri. Menurutku waktu itu, aku juga konyol. Aku bahkan tak tau harus bertanya pada siapa “cara untuk menjadi astronot”. Zaman dulu di tempat tinggal ku tak semudah seperti sekarang ini untuk mendapatkan informasi, zaman dulu aku belum kenal om google.
Keempat. Punya kasino di Kisaran, sebuah kota kecil di muka bumi ini, yang ga punya emoll dan minim tempat hiburan. Ga terlalu minim juga sih sebenarnya. Bangunan, dengan tiga lantai. Lantai satu untuk tempat karokean, banyak orang batak di Kisaran ini yang suaranya bagus, orang melayu juga!, Sekalian digabungin ama Pub juga, tempat ajeb-ajeb. Tapi…lagunya wajib lagu daerah (ajeb-ajeb pake lagu manuk dadali, atau lagu butet, sepertinya unik). Lantai kedua, hmmm…di lantai dua ini lah aku buat kasino nya. Mesin Jackpot, meja poker, diruangan yang sama juga ada meja catur (biar terkesan sedikit cerdas). Lantai tiga, khusus “bar”, menyediakan tuak, khusus tuak!. Kok di lantai tiga sih cuy? Kalo orang minum tuak biasanya mabuk, harus turun dari lantai tiga, bukankah itu berbahaya? Bagaimana jika pelanggan jatuh dari tangga dan meninggal dunia? Nah ini bagus dunks! Sejalan dengan program KB bukan? Mengurangi kepadatan bumi. Kasar ya? Lah…sapa suruh dia minum sampai mabuk. Tapi tak kan mungkin ini kulakukan. Aku belum ingin dipecat dari keluarga Sinaga. Itu alasan pertama. Pertimbangan berikutnya, lagu wajib daerah adalah harta warisan, terlalu mahal untuk dirusak. Aku tak ingin memperbanyak jumlah istri-istri yang merasa kesepian, karena suaminya lebih betah di kasino daripada di rumah. Alasan terakhir, ah tak perlu terlalu banyak pertimbangan, bisnis ini tetap tidak akan pernah kujalankan.

Haha, ga penting yak? Ga pa pa lah, tak ada salahnya menggantungkan cita-cita setinggi bintang di langit.
Diketik di warnet hari Kamis 22 Okt 2009, tapi pas mau posting, mendadak sambungan Telkom nya putus. Terpaksa merelakan pulsa yang sudah sekarat.

About these ads
6 Komentar leave one →
  1. Oktober 24, 2009 9:03

    mimpi mungkin sama dengan visi yang harus disertai misi untuk mewujudkannya.

    Harikuhariini says: mungkin juga…

  2. Oktober 28, 2009 10:39

    saya mau ke irlandiaaaaaaaa
    *ngelindur*

    Harikuhariini says: wahhhh saya juga mau tuh kalo ngelindurnya bisa nyampe ke irlandia. hehe

  3. Oktober 28, 2009 16:30

    selamat hari sumpah pemuda semoga blognya tambah keren dan terkenal…

    Harikuhariini says:
    makasih…

  4. Zaldy Ogawa permalink
    November 17, 2009 9:44

    yahh…sebagai orang dewasa kita harus menghormati dan melindungi Hak-Hak Anak Indonesia…
    Hidup Anak Indonesia…semoga kelak dapat menggapai mimpi-mimpimu…

  5. November 17, 2009 13:02

    Tatkala menggantungkan cita-cita di langit… apakah kita sudah sampai di langit ???
    Salam

  6. Morin permalink
    November 27, 2009 15:49

    Sumpah, aq msh ingat bgt wkt kw bilang pengen jd astronot buk.
    Kirain wkt itu, kw lg ngantuk en ketiduran, trus kaget, en langsung jawab ngasal aja, tnyta oh tnyta, jd astronot adalah impianmu. Wkwkwk,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: